|
|
Tim 8 Memeriksa Anggodo - 3Duration: 3:14 Breaking News / Hukum & Kriminal / Kamis, 5 November 2009 15:09 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution kesal, bahkan sempat naik darah. Itu terjadi saat Anggodo, adik tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo, mangkir untuk bertemu dengan Tim 8 di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden di Jakarta, Kamis (5/11). Anggodo berdalih, ia masih menunggu 20 orang kuasa hukumnya. Sontak, Adnan yang juga mantan jaksa itu naik darah. Adnan menjelaskan, Tim 8 masih ada banyak acara yang harus dilakukan. "Kalau tidak mau diperiksa, pertemuan kita tutup. Kita tidak mau dipermainkan," kata Adnan. Setelah tertunda cukup lama, dengan ditemani kuasa hukumnya Anggodo akhirnya mau memberikan klarifikasi dan bertemu dengan Tim 8. Kepada para kuasa hukum Anggodo, Adnan menegaskan, pertemuan ini bukan persidangan. Kuasa hukum bisa memberikan nasehat, tapi tidak boleh menjawab. Kepada Tim 8 Anggodo menjelaskan sampai sekarang statusnya masih sebagai rakyat biasa. Selama dua hari dua malam ia diperiksa di Mabes Polri. "Kemarin saya tidur di Mabes Polri," kata Anggodo. Anggodo meminta Tim 8 juga melindungi dirinya. "Saya juga perlu keadilan. Saya minta dianggap sebagai rakyat yang perlu dan hak perlindungan hukum," kata Anggodo. Adnan mengiyakan. Anggodo menegaskan, sampai saat ini ia masih diperiksa polisi. Ia menjamin, apa pun statusnya ia siap diperiksa. "Saya sudah 3-4 bulan diperiksa," kata Anggodo memberi jaminan. Anggodo mengaku alamatnya masih sama dengan yang lama. Namun, saat diminta untuk memberikan nama-nama yang bisa menjamin tidak melarikan diri, Anggodo tidak bisa menyediakan. Karena dalam situasi seperti saat ini, tidak akan ada yang mau menjadi penjamin. "Kalau perlu, saya malam ini bisa bermalam di salah satu kamar di sini Pak," kata Anggodo. Secara terus terang Anggodo meminta perlindungan. Sebab, kata Anggodo, dengan gencarnya ekspose kasus ini bisa jadi keselamatannya tidak terjamin. "Saya butuh perlindungan dari rakyat. Saya butuh keadilan," kata Anggodo. Anggodo meminta pemeriksaan terhadap dirinya tidak dilakukan secara estafet. "Memeriska jangan estafet, saya capek," kata Anggodo. Setelah memberikan keterangan itu, Tim 8 dan Anggodo menjalani pemeriksaan dan klarifikasi secara tertutup. |




JWG SubDivision
Login



Guests: 285
Jiwangers: 148
Total: 433





